Sabtu, 12 November 2011

Peraih Emas Lari 100 Meter Putri

Serafi: Emas Ini Untuk Orang Tua
HeadlineSefari Anelis mampumempersembahkan emas dari cabang Lari 100 meter putri. Namun, kemenangannya itu terjadi melalui sebuah aksi yang cukup menegangkan.

Bertarung di Stadion Atletik Jakabaring, Palembang, Sabtu (12/11/2011), pelari asal Papua tersebut menyentuh garis finish bersamaan dengan atlet Thailand Serafi Anelis.

Bahkan catatan waktu keduanya pun sama, yakni 11,69 detik. Sempat terjadi kebingungan diantara kedua pelari dan penonton terkait siapa yang menjadi juara pertama.

Namun setelah beberapa saat, pihak panitian akhirnya memutuskan bahwa Serafi lah yang menjadi pemenanganya karena melawati garis finish terlebih dahulu.

Terkait hal itu, Serafi mengaku dirinya masih tidak percaya karena mampu mempersembahkan medali emas. Dia pun mendedikasikan kemenangannya itu untuk kedua orang tuanya yang kebetulan turut hadir untuk memberikan semangat pada saat dirinya bertanding.

"Tuhan bekerja luar biasa. Saya nggak percaya sampai sekarang. Ini untuk orang tua saya. Mereka ada di sini," seru Serafi seusai perlombaan.

"Saya tidak tahu ditarget atau tidak. Yang penting saya latihan dan saya punya target pribadi dan itu tercapai," tambahnya.

"Ini langkah awal untuk membuktikan bahwa sprinter putri kita juga bisa. Tidak ada yang tidak mungkin," tandasnya.

Voli Putra Siap 'Smash' Kamboja

HeadlineTimnas putra akan menghadapi Kamboja pada pukul 16.00, sedangkan putrinya yang dijadwalkan bertemu Timor Leste, batal bertanding karena lawan mengundurkan diri.
Kamboja masih misteri bagi Indonesia, lantaran kedua tim belum pernah bertemu sebelumnya. “Kita belum pernah ketemu, Kamboja belum pernah ikut even,” ujar asisten pelatih Timnas Volli Putra Indonesia Dadang Sudrajat kepada BeritaPagi, Sabtu (12/11).
''Kendati demikian, Indonesia pantang memandang enteng lawan. Tetap harus diwaspadai, kita tidak mau terulang lagi seperti di Piala Asia. Sri Langka yang tidak dihitung ternyata punya kekuatan,” kata Dadang lagi.
Disoal kondisi 12 pemain Indonesia, Dadang mengatakan, beberapa dari mereka terserang batuk dan demam sejak tiba di Palembang pada 7 Nopember lalu.
“Tapi, Alhamdulillah sekarang sudah membaik. Mudah-mudahan besok, anak-anak siap tampil,” kata Dadang.
Cabang voli putra diikuti Indonesia, Thailand, Vietnam, dan Myanmar. “Lawan terberat Thailand dan Vietnam. Akan tetapi, Myanmar tidak dapat dianggap enteng,” kata Dadang.
Kapten Timnas Andri membenarkan. Menurutnya, Thailand menjadi saingan terberat karena dalam dua kali pertemuan di 2011, Indonesia belum pernah memang. “Tetapi kita harus optimis mampu merebut emas SEA Games,

Rekor Lompat Jauh Pecah di Palembang

Dua tahun lalu di ajang yang sama di Laos, Torres mengukir rekor lompatan sejauh 6,68 meter. Pada pertandingan kali ini, atlet berusia 30 tahun tersebut meraih emas dengan mengukir lompatan 6,71 meter pada kesempatan ketiga. "Saya sangat terkejut dengan hasil ini," katanya.
Sementara atlet Indonesia, Maria Natalia Londa, harus puas dengan perak di tangan setelah mencatat lompatan terjauh 6,47 meter pada kesempatan kempat.
Toh, Maria cukup puas dengan capaian tersebut. Paling tidak, ia berhasil memecahkan rekor nasional sejauh 6,23 meter.
Atlet lempar cakram Indonesia, Hermanto, juga gagal meraih emas. Mencatat lemparan sejauh 50,56 meter, ia hanya mampu meraih perak setelah kalah tipis dari wakil Singapura, Tuck Yim Wong yang mencatat lemparan 51.32 meter. Adapun perunggu menjadi milik atlet Thailand Kvanchai Numsomboon dengan lemparan sejauh 50,28 meter.

Impikan Emas, Tim Bisbol Siap Pukul Para Rival

Headline

Tim Takraw Putri Gagal Lewati Hadangan Thailand

Tampil buruk di laga perdana, timnas putri sepak takraw dibabat Thailand dengan skor 3-0 (17-15, 15-8, 15-8).
“Ini baru laga permulaan atau masih dalam fase penyisihan. Kekalahan itu mungkin karena atlet putri kita demam panggung atau grogi. Padahal, biasanya pada saat latihan kemampuan mereka luar biasa, akurasi penempatan bolanya sangat tinggi,” ujar Manajer tim Sepak Takraw Putri Indonesia, Usep Saparudin usai pertandingan.
Dia optimis, anak asuhnya bisa segera bangkit. Apalagi, kans meraih emas terbuka lebar karena kompetisi masih panjang. Menurutnya, tim putri yang digawangi oleh Mega Citra yang dipercaya sebagai kapten tim, Rieke Medina Sari, Lena, Leni , dan Asmira, paling jago di kelasnya.
“Tapi, saya juga heran kenapa melawan Thailand kita bisa kalah telak tanpa bisa membalas,” sesalnya.
Pada pertandingan tersebut, Indonesia kesulitan menghadapi permainan cepat Thailand. Pada babak pertama tim asuhan Amiruddin sempat memimpin 7-1, namun keunggulan itu tidak berlangsung lama karena bisa dikejar Thailand. Bahkan, Thailand menutup babak pertama dengan skor 17-15.
Di babak kedua, Thailand makin digdaya dan meraih kemenangan skor 15-8. Di babak penentu, Thailand makin di atas angina dan mampu mengakhiri laga dengan skor 15-8.
Pelatih Thailand Veeras Nanongkha mengatakan, semakin optimis bisa meraih medali emas jika mengacu pada permainan anak asuhnya saat melawan Indonesia. Pasalnya, kepercayaan pemainnya semakin meningkat karena mampu mengalahkan tim tuan rumah.
“Perjalanan meraih emas masih panjang namun dari segi permainan anak-anak sudah sangat bagus. Saya yakin emas akan tercapai namun harus diraih secara bertahap,” tegasnya.
INILAH.COM, Jakarta - Indonesia sukses menempati puncak klasemen perolehan medali SEA Games 2011 dengan keunggulan cukup jauh. Diikuti Singapura di tempat kedua, lalu Thailand masih tertahan di posisi tiga.

Indonesia yang sukses mendulang emas lewat cabor Karate, Sepatu Roda, Dayung, sampai menembak langsung melesat dengan meraih 24 medali emas, 15 perak serta 9 perunggu.

Diperingkat dua Singapura mengumpulkan delapan keping emas, delapan perak dan delapan perunggu. Diikuti Thailand dengan enam emas, sembilan perak, dan sembilan perunggu.

Vietnam mengintai dibelakang Thailand dengan jumlag medali emas sama (enam) namun kalah jumlah medali perak (tujuh).

Malaysia malahan masih tersungkur diposisi enam klasemen umum dengan hanya mengumpulkan dua emas, lima perak dan tujuh perunggu. Posisi mereka bahkan kalah dari Filipina yang menduduki posisi lima dengan raihan tiga emas.

Myanmar, Laos dan Kamboja belum mendulang satu keping emas pun. Sedangkan Brunei Darussalam dan Timor Leste masih belum bisa meraih satu medali pun.

Inilah klasemen medali SEA Games 2011 usai hari Sabtu (12/11/2011):
Pos Negara Emas Perak Perunggu Total
1 Indonesia 24 15 9 48
2 Singapura 8 8 8 24
3 Thailand 6 9 9 24
4 Vietnam 6 7 10 23
5 Filipina 3 2 6 11
6 Malaysia 2 5 7 14
7 Myanmar 0 3 2 5
8 Laos 0 0 4 4
9 Kamboja 0 0 1 1
10 Brunei 0 0 0 0
11 Timor Leste 0 0 0 0

pembukaam seagames 2011

Metrotvnews.com, Palembang:Perhelatan SEA Games XXVI 2011 dibuka Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Stadion Jakabaring Sport City Center Palembang, Sumatra Selatan, Jumat (11/11) sekitar pukul 21.00 WIB.

Dengan pakaian adat Palembang lengkap dengan ikat kepala, Presiden membuka perhelatan akbar itu di hadapan puluhan ribu penonton.

"Dengan ucapanbismillahirrahmanirrahim, SEA Games XXVI Palembang dan Jakarta resmi dimulai," ucap SBY.

Dalam sambutannya, Presiden SBY juga mengatakan bahwa ajang olah raga tersebut dapat meningkatkan hubungan antar-negara Asia Tenggara. Selain itu, SEA Games juga diharapkan mampu meningkatkan prestasi olah raga kawasan tersebut.

"ASEAN kian menjadi kawasan dinamis dan penuh kemajuan. Mari kita tingkatkan kerja sama dan kemitraan lebih tinggi untuk mewujudkan Asia Tenggara yang damai, adil, maju dan sejahtera," tutur Presiden.

Sementara itu, pertunjukan seni spektakuler menjadi suguhan acara pembukaan SEA Games. Tema pertunjukan tersebut bertema "Sriwijaya Semenanjung Emas Indonesia".

Pertunjukan seni tersebut bercerita mengenai kejayaaan Kerajaan Sriwijaya di masa silam yang dikemas dalam beberapa tarian ciptaan sejumlah koreografer handal Indonesia.

Pertunjukan diawali dengan tarian Journey Begin ciptaan Hartati. Tarian tersebut menceritakan asal muasal Kerajaan Sriwijaya, dengan gambaran puluhan orang berdatangan ke wilayah sekitar Sungai Musi pada masa lampau.

Dalam pertunjukan, Sungai Musi diceritakan sebagai wilayah kering hingga mengalirlah air yang menghidupi kawasan tersebut. Kemudian beramai-ramai orang berdatangan dengan membawa beragam peralatan pertanian untuk membangun daerah itu. Kawasan itu akhirnya menjadi subur dan beragam aktivitas kehidupan terjadi di sana.

Selanjutnya, kawasan sekitar Musi berkembang menjadi suatu kerajaan besar yang menguasai Semenanjung Asia, karena kecakapan bidang maritim. Sebuah kapal layar berukuran besar yang berada di tengah para penari menjadi simbol kejayaan Sriwijaya kala itu.

Selain pertunjukan dengan cerita rakyat, para penari juga menampilkan tarian yang bercerita tentang mimpi seorang bocah menjadi pesepakbola terhebat.

Sementara itu, api SEA Games yang sudah sebulan mengelilingi Indonesia tiba di Stadion Jakabaring dibawa oleh Mantan Atlet Bulu Tangkis, Susi Susanti. Peraih medali emas Olimpiade Barcelona 1992 itu kemudian menyalakan obor raksasa berbentuk bunga lotus di Stadion Jakabaring.

Menyalanya api obor raksasa tersebut merupakan tanda bahwa SEA Games resmi dibuka. (*)