Rabu, 28 Desember 2011

10 Derby Sepakbola Terpanas

Kita tahu bahwa dalam dunia sepak bola, sering ada pertandingan yang mempertemukan dua tim yang berasal dari kota yang sama atau wilayah yang sama, pertandingan seperti ini dalam dunia persepakbolaan disebut sebagai pertandingan derby, dan biasanya pertandingan derby adalah pertandingan yang keras. Hal ini disebabkan karena kedua tim ngotot untuk bisa menjadi yang terbaik di wilayahnya masing masing, selain itu juga karena pengaruh rivalitas yang tinggi antara 2 tim tersebut, bahkan panasnya derby juga sering merambat ke supporter masing-masing kubu. Sehingga tak jarang dalam duel derby sering jatuh korban suporter karna adanya bentrokan
Berikut adalah 10 derby terpanas sepanjang sejarah di belahan dunia ini (diurutkan dari no 10)


10. Derby Della Capitale (AS Roma vs Lazio)

Dari namanya, jelas bahwa derby ini adalah pertemuan dua klub ibukota Italia, Roma. AS Roma dan Lazio bermain di Stadion Olimpico. Derby ini dianggap sebagai derby terhebat di Italia selain derby Milano dan derby Torino. Menurut sejarah ada faktor sosial-ekonomi yang membuat derby ini jadi “mengerikan”. Lazio dibentuk oleh mereka yang berstatus menengan ke atas dan bermarkas di Roma sebelah utara kota. AS Roma bermarkas di daerah miskin di sebelah selatan kota. Di dalam stadion, para suporter Roma menempati tribun sebelah selatan (curva sud) dan Lazio di sebelah utara (curva nord).

9. Derby Della Madonnina (Inter Milan vs AC Milan)

Atau disebut juga sebagai derby Milano antara AC Milan dengan Internazionale Milan. Biasanya pertandingan berlangsung panas dan selalu ditunggu oleh penggemar sepakbola dan khususnya suporter kedua klub itu di seluruh dunia. Disebut Derby della Madoninna sebagai penghormatan terhadap salah satu obyek wisata di kota Milano, yaitu patung Perawan Maria yang terletak di puncak Duomo. Patung itu biasa disebut sebagai Madoninna.

8. Derby Della Mole (Juventus vs Torino)

Pertemuan antara David dan Goliath atau mungkin si kaya dengan si miskin. Pilih saja. Yang pasti Torino tidak akan mau mengalah mudah jika udah meladeni Juventus. Keduanya bertemu pertama kali pada 1906 dan tidak akan pernah meredupkan api perseteruan.

7. El Superclasico (River Plate vs Boca Juniors)

Itu adalah judul yang paling biasa dipakai untuk menamai pertandingan sepakbola antara dua tim yag bermarkas di Buenos Aries: River Plate dan Boca Juniors. Disebut superclasico karena kedua klub tersebut adalah dua klub tersukses di Argentina. Jika dijumlahkan, para suporter kedua klub itu terdiri dari lebih dari 70 persen suporter sepakbola di Argentina. Koran Inggris, The Observer, meletakkan El Superclasico di ututan teratas daftar 50 sporting things you must do before die.

6. Old Firm (Celtic vr Ranger)

Ini adalah contoh klasik sectarian rivalry. Terjadi di Glasgow, antara dua klub besar Skotlandia; Celtic dan Rangers. Derby ini berangsung empat kali dalam semusim di Premier League Skorlandia. Sudah pasti, merupakan derby paling sering dibandingkan derby di kota lainnya. Celtic mewakili populasi Katholik, sedangkan Rangers mewakili populasi Protestan di Glasgow.

5. Moscow Derby (Lokomotiv vs Spartak)

Derby ini melibatkan empat klub yang bermarkas di ibukota Rusia itu. Mereka adalah CSKA, Dynamo, Lokomotiv dan Spartak. Dari keempat klub tersebut, yang dianggap sebagai the weakest link adalah Lokomotiv. Tiga lainnya sudah mengumpulkan sederet trofi, namun tidak demikian dengan Lokomotiv. Moscow derby tidak hanya berlaku untuk sepakbola tapi juga untuk hoki es dan juga melibatkan keempat klub itu.

4. North London Derby (Arsenal vs Tottenham)

Tiap tahun, Arsenal dan Tottenham Hotspurs memperebutkan gelar tak resmi: Siapa yang menjadi raja di London Utara? Kedua klub ini pertama bertemu di dalam sebuah pertandingan persahabatan pada 11 November 1887. Ketika itu, Arsenal masih memakai nama Royal Arsenal.

3. Merseyside Derby (Liverpool vs Everton)

Disebut Merseyside Derby karena Liverpool dan Everton sama-sama berasal dari daerah Merseyside di kota Liverpool. Kadang juga disebut The Friendly Derby karena dalam satu keluarga kadang terdapat dua kubu, antara pendukung Liverpool dan Everton. Di tingkat teratas sepakbola pro Inggris, derby ini pertama kali terjadi pada 1962, ketika Liverpool pertama kali menembus Divisi Utama. Di Ingris mungkin hanya Pertandingan antara Liverpool kontra Manchester United yang bisa mengalahkan panasnya pertandingan ini.

2. Derbi el madrileƱo (Real Madrid vs Atletico Madrid)

publik spanyol tak akan dapat menyangkal betapa panasnya derby ini, derby terbesar spanyol ini adalah derby yang mempertemukan dua kiblat sepak bola ibukota spanyol, Madrid. Yaitu antara Real Madrid melawan Atletico Madrid. Banyak pemain dari kedua kubu yang ngotot untuk tampil di pertandingan ini dikarenakan gengsi yang tinggi dari pertandingan ini

1. Derby de Manchester (Manchester United vs Manchester City)

Inilah Derby terpanas di jagad persepakbolaan Eropa bahkan Dunia, yaitu antara Manchester City melawan Manchester United. Bagaimana tidak, Rivalitas kedua tim ini sudah kadung menjalar sejak dulu, bahkan saat manchester masih bernama Newton Health, kedua tim sudah saling ngotot untuk dapat memperlihatkan kekuatan mereka. Maka tak heran jika dalam pertandingan , wasit sering banyak mengeluarkan kartu, Apalagi sekarang Exspatriat Manchester United sudah menjadi jagoan Manchester City, yaitu Carlos Teves.

Senin, 21 November 2011

Terinjak-injak, Dua Suporter Tewas di Senayan

Tewasnya dua suporter ini berawal dari jebolnya pintu menuju Sektor 15.



VIVAnews - Dua orang tewas di kawasan Standion Gelora Bung Karno, Senayan, saat pertandingan sepak bola Indonesia melawan Malaysia, Jakarta, Senin malam, 21 November 2011.

Pembukaan SEA Games XXVI Telan Biaya Rp 80 Milliar



LENSAINDONESIA.COM: Sea Games XXVI Jakarta-Palembang akhirnya resmi dibuka oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Jum’at (11/11) bertempat di Jakbaring Sport City (JSC), Palembang.

Acara pembukaan yang menghabiskan dana sekitar Rp 80 miliar ini diliput oleh 29 stasiun televisi dari 11 negara.

Tak kurang dari 3.500 orang penari dilibatkan untuk memeriahkan pembukaan Sea Games XXVI, tak hanya itu super star pop rock Indonesia Agmes Monica juga tururt tampil dalam pembukaan tersebut.

Berbagai aktraksi permainan yang digabungkan dengan pernak-pernik lampu sinar leser menambah suasana semakin meriah, terus dilanjutkan oleh karnaval peserta Sea Games beserta dengan maskot negara kebanggaannya.

Dalam pembukaan ajang Sea Games ke -26 akan mempertandingkan 48 cabang olahraga yang terdiri dari 19 cabang olahraga terukur, 15 cabang olahraga permainan, 10 cabang olahraga bela diri, dan empat cabang olahraga konsentrasi.

Pemain Indonesia Tidak Siap Adu Penalti?


Jakarta - Indonesia gagal merebut medali emas setelah gagal mengatasi Malaysia pada drama adu penalti. Ada beberapa keunggulan yang dimiliki tim tamu pada babak penentuan tersebut.

Setelah bermain imbang 1-1 selama 120 menit, Indonesia terpaksa mengakui keunggulan Malaysia di babak 'tos-tosan' dengan skor tipis 3-4. Tendangan Gunawan Dwi Cahyo dan Ferdinand Sinaga tidak mampu menembus gawan Khairul Fahmi, yang dinilai Rahmad Darmawan sangat siap.

"Saya tidak mau melihat seperti apa Malaysia, tetapi dari kesiapan mental babak final, saya pikir kami bisa mengawali dengan bagus, lalu drop, tetapi bisa naik lagi. Sebenarnya sebelum adu penalti, kami siap secara mental," ujar Rahmad Darmawan usai laga.

"Tetapi saat adu penalti, penjaga gawang mereka sangat siap, pemain-pemain juga siap. Sementara kita, saat saya meminta mereka ambil adu penalti, yang siap saja kurang, sehingga saya harus memaksa," ungkap pelatih bertopi itu. "Kalau sebelum adu penalti, saya rasa kita nggak kalah dari Malaysia,"

"Penalti sudah ada persiapan, tetapi saat adu penalti, siap di latihan belum tentu siap di pertandingan. Karena di pertandingan besar seperti ini mental juga dibutuhkan."

"Hanya tiga orang yang siap, sisanya harus saya paksa. Saya bilang, tidak ada beban, tekanan ada pada saya," imbuh coach Rahmad.

Meski gagal meraih emas, talenta dan kemampuan punggawa 'Garuda Muda', menurut RD, masih punya kesempatan di level senior. Namun bukan berarti Titus Bonai dkk dapat mendapat tiket gratis.

"Ada beberapa pemain yang siap dipromosikan ke senior, tetapi harus ada seleksi, karena mereka harus siap bercampur dengan pemain senior. Kalau tim ini bisa meningkatkan kemampuannya 40 persen saja, ini sudah luar biasa," pungkas sang pelatih yang kemungkinan besar promosi ke timnas senior itu.

Astaga! Ratusan Sepeda SEA Games Hilang


Akibat longgarnya penjagaan selama berlangsungnya SEA Games XXVI, berakibat raibnya ratusan sepeda di kawasan olahraga Jakabaring untuk atlet dan ofisial. Demikian dikatakan Penanggungjawab Aset Pemerintah Provinsi Sumsel, Rusli Nawi.

"Jumlah sepeda yang tersisa tinggal sedikit, mungkin tak lagi mencapai seratusan. Ya, sudah banyak yang hilang diambil pengunjung. Semua ini akibat longgarnya pengamanan di lapangan," jelasnya, Sabtu (19/11).

Menurut Rusli, sebanyak 300 sepeda telah disiapkan untuk para atlet dan ofisial, dan sepeda ini terparkir di beberapa arena olahraga di dalam komplek Jakabaring Sport City. "Sebagian besar sepeda diparkir di wisma atlet, tapi kini jumlahnya sudah tidak banyak lagi. Kami pun terpaksa menyimpannya di gudang untuk meminimalisasi risiko kehilangan lebih lanjut. Saat ini yang disiagakan hanya puluhan saja," jelasnya.

Dirinya memperkirakan, kejadian itu telah berlangsung pada dua hari sebelum pembukaan SEA Games XXVI, Jumat (11/11). "Sepeda sudah tersedia sejak dua hari sebelum pembukaan SEA Games di Jakabaring, sementara penjagaan belum begitu ketat sehingga para pengunjung yang masuk dapat keluar membawa sepeda. Para pengunjung membawa sepeda melalui pintu belakang yang tidak dijaga," katanya. (ary/ant) 

Juara Umum SEA Games, Indonesia Langsung Fokus Olimpiade

Palembang - Indonesia sudah memastikan menjadi juara umum SEA Games XXVI. Selanjutnya, atlet-atlet yang berlaga di event ini akan dipersiapkan untuk berpartisipasi di Olimpiade 2012.

Hingga Senin (21/11/2011) siang WIB, kontingen Indonesia sudah mengumpulkan 155 emas, 133 perak dan 120 perunggu. Jumlah tersebut melebihi jumlah minimal yang dibutuhkan untuk menjadi juara umum, sebagaimana pernah disebut Ketua Umum KONI/KOI, Rita Subowo, yakni 135 medali emas.

Sukses menjadi juara umum merupakan yang pertama diraih Indonesia sejak tahun 1997 lalu, ketika Jakarta jadi tuan rumah. Total Indonesia telah menjadi juara umum sebanyak sembilan kali, unggul jauh atas Thailand yang lima kali jadi juara.

"Alhamdulillah kita mampu juara umum. Apalagi di tengah kondisi bangsa seperti ini. Terima kasih kepada para atlet, pelatih, pemerintah, Prima, KONI Provinsi yang memberikan putra-putri terbaik dan semua pihak lainnya," sahut Rita Subowo di Palembang.

Meski baru meraih sukses jadi juara umum, atlet-atlet Indonesia harus langsung mempersiapkan diri menghadapi event yang lebih besar. Salah satunya adalah Olimpiade 2012 yang akan dilangsungkan di London, Inggris.

"Latihan tetap berjalan seperti biasa karena banyak event yang musti dihadapin. Tahun depan ada Olimpiade dan ABG (Asian Beach Games). Tahun 2013 ada SEA Games dan Olympic Islamic Solidarity Games. Tahun 2014 Asian Games."

"Insya Allah kami siap dan bisa (mempertahankan gelar juara umum di SEA Games XXVII)," tuntas Rita optimistis.

Quote:
WALAUPUN ADA SEDIKIT SEDIH KRN SEMALAM KALAH DIPERTANDINGAN BOLA TAPI ANE TETAP BANGGA DENGAN PERJUANGAN PARA ATLIT INDONESIA DALAM MEMPREBUTKAN PRESTASI TERTINGGI PADA SEAGAMES KALI INI. BRAVO INDONESIA, BE PREPARE OLIMPIADE 2012.

Pelatih Malaysia: Sorry, Kemenangan Kami Bukan Keberuntungan, tp Memang Bagus Mainnya


Pelatih Malaysia, Ong Kim Swee puji mental pemainnya

Indonesia vs Malaysia
Pelatih Malaysia: Kemenangan Kami Bukan Keberuntungan
Selasa, 22 November 2011 02:36 wib

JAKARTA - Pelatih Timnas U-23 Malaysia Ong Kim Swee menyatakan kemenangan timnya di SEA Games 2011 bukanlah keberuntungan semata, melainkan timnya bermain bagus dan memiliki mental yang sangat baik.

"Kita berhasil mempertahankan emas, itu terbukti, kami menang bukan karena beruntung. Tim kami bermain bagus," ujar Ong Kim Swee kepada wartawan dalam jumpa pers seusai pertandingan, Senin (21/11/2011) malam.

"Ada banyak teriakan, ada banyak ejekan, para pemain tak terpengaruh. Bahkan, bus kami sempat berhenti hingga 40 menit ketika suporter Indonesia menghambat jalan kami. Saya bangga dengan para pemain," tuturnya.

Ong juga kembali menekankan, mental anak-anak asuhannya yang tak gentar meski bermain di hadapan puluhan ribu suporter fanatik Indonesia yang memadati Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta.

"Bermain dengan lawan yang didukung penuh suporternya, mental tim kami benar-benar hebat," tukasnya.

"Para pemain seperti sudah tahu, apa yang harus mereka lakukan. Saya tak perlu lagi berbicara tentang bagaimana kita bermain di bawah tekanan suporter, bagaimana kita menghadapi tekanan di final, mereka sudah mengerti," jelasnya.

Indonesia kalah dalam adu penalti dengan skor 4-3 oleh Malaysia setelah bermain imbang 1-1 sepanjang 90 menit dan waktu tambahan 2x15 menit. Dengan begitu, Malaysia berhasil mempertahankan medali emas sepakbola setelah di SEA Games Laos 2009 lalu mereka juga sukses meraih medali emas.
http://sports.okezone.com/read/2011/...-keberuntungan